25 Januari, 2011
Reproduksi, Cacing Tanah
Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon
Bagian MATA beserta FUNGSInya
a. Kornea : menerima cahaya dan meneruskan ke bagian dalam
b. Lensa : meneruskan dan menfokuskan cahaya agar jatuh di retina
c. Iris : membedakan warna
d. Pupil : mengatur banyak sedikit cahaya
e. Retina : membentuk bayangan benda dan dikirim ke otak
f. Otot mata : mengatur gerakan bola mata
g. Saraf mata : meneruskan rangsang cahaya dari retina ke otak
Langganan:
Postingan (Atom)


